China Makin Serius Tantang Starlink, Ribuan Satelit Mulai Disiapkan

Teknologi19 Views

China Makin Serius Tantang Starlink, Ribuan Satelit Mulai Disiapkan China semakin serius membangun jaringan internet berbasis satelit untuk menantang dominasi Starlink milik SpaceX. Langkah tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peluncuran, besarnya target konstelasi, pembukaan pendanaan baru, serta perluasan kerja sama ke berbagai negara.

Salah satu proyek yang paling banyak mendapat perhatian adalah SpaceSail Constellation atau Qianfan. Program tersebut telah menempatkan sekitar 200 satelit di orbit rendah Bumi dan menargetkan ratusan unit tambahan dalam waktu dekat.

China juga mengembangkan Guowang melalui perusahaan negara China SatNet. Guowang dirancang sebagai jaringan satelit berskala besar yang dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi nasional, layanan komersial, pemerintahan, serta keamanan.

Meski jumlah satelit China masih jauh lebih kecil dibandingkan Starlink, langkah yang dilakukan menunjukkan persaingan internet antariksa tidak lagi hanya dikuasai satu pemain. Beijing ingin mempunyai jaringan sendiri agar tidak bergantung pada perusahaan asing untuk komunikasi berkecepatan tinggi.

SpaceSail Menjadi Penantang Utama Starlink

SpaceSail merupakan nama internasional bagi konstelasi Qianfan yang dikembangkan Shanghai Spacecom Satellite Technology. Perusahaan tersebut memperoleh dukungan dari Pemerintah Shanghai serta lembaga yang terhubung dengan industri antariksa China.

Proyek ini mulai menarik perhatian setelah peluncuran kelompok satelit pertamanya pada 2024. Sejak itu, China terus menambah unit baru melalui sejumlah roket dari pusat peluncuran berbeda.

Pada Juni 2026, jumlah satelit SpaceSail dilaporkan telah mencapai sekitar 200 unit. Angka tersebut memang belum cukup untuk menyediakan cakupan global penuh, tetapi menjadi pencapaian penting bagi industri internet satelit China.

SpaceSail menargetkan sekitar 648 satelit berada di orbit pada akhir 2026. Dalam rencana jangka panjang, jumlahnya dapat mencapai sekitar 15.000 unit.

Target besar itu menempatkan SpaceSail sebagai salah satu proyek konstelasi internet terbesar di dunia, berdampingan dengan Starlink, Project Kuiper milik Amazon, dan Guowang.

Putaran Pendanaan Baru Dibuka

Keseriusan SpaceSail terlihat dari keputusan perusahaan membuka putaran pendanaan baru pada Juni 2026. Dana tersebut dibutuhkan untuk mempercepat produksi satelit, pembangunan fasilitas darat, pengembangan terminal pengguna, dan peluncuran.

Membangun konstelasi satelit memerlukan biaya sangat besar. Perusahaan tidak hanya membayar pembuatan satelit, tetapi juga roket, asuransi, pusat kendali, stasiun bumi, serta jaringan distribusi perangkat pelanggan.

Jumlah dana dalam putaran terbaru belum dijelaskan secara terbuka. Namun, keterlibatan dukungan pemerintah dan investor besar memberi SpaceSail kemampuan memperluas kegiatan dengan cepat.

Pendanaan baru juga dibutuhkan karena target peluncuran jauh lebih besar dibandingkan pencapaian saat ini. Untuk mencapai ribuan satelit, perusahaan harus meningkatkan kapasitas produksi dari puluhan menjadi ratusan unit setiap tahun.

“Persaingan dengan Starlink tidak dapat dimenangkan hanya melalui jumlah satelit. China juga harus membangun roket murah, terminal terjangkau, serta layanan yang stabil bagi pelanggan.”

Guowang Dikendalikan Perusahaan Negara

Selain SpaceSail, China memiliki proyek Guowang yang dikelola China Satellite Network Group atau China SatNet.

Perusahaan tersebut dibentuk pada 2021 dan berada langsung di bawah pengawasan pemerintah pusat China. Guowang dirancang sebagai jaringan komunikasi antariksa nasional dengan jumlah sekitar 13.000 satelit.

Peluncuran awal Guowang dimulai pada akhir 2024. Setelah itu, irama peluncuran meningkat sepanjang 2025 dan 2026.

Berbeda dari SpaceSail yang lebih aktif menawarkan kerja sama komersial internasional, Guowang sering dipandang sebagai jaringan strategis negara. Sistem ini dapat digunakan untuk memastikan China memiliki saluran komunikasi yang tetap berada di bawah kendali sendiri.

Keberadaan dua konstelasi besar menunjukkan China tidak ingin bertumpu pada satu perusahaan. SpaceSail dan Guowang dapat melayani kebutuhan berbeda sekaligus membentuk cadangan apabila salah satu jaringan mengalami gangguan.

Starlink Masih Unggul Sangat Jauh

Walaupun China bergerak cepat, Starlink tetap memimpin dengan jarak yang lebar. Hingga Juni 2026, jumlah satelit aktif Starlink telah melampaui 10.000 unit.

SpaceX dapat menambah puluhan satelit dalam satu peluncuran. Perusahaan juga memiliki roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali sehingga biaya pengiriman lebih rendah.

Keunggulan lain berasal dari pengalaman operasi. Starlink telah melayani jutaan pelanggan di berbagai negara, menyediakan internet untuk rumah, kapal, pesawat, kendaraan, perusahaan, dan wilayah bencana.

SpaceX mengendalikan hampir seluruh rantai usaha. Perusahaan memproduksi satelit, membuat terminal, mengoperasikan roket, mengelola peluncuran, serta menjual layanan langsung kepada pelanggan.

China belum memiliki sistem yang sepenuhnya menyatu seperti itu. Produsen satelit, perusahaan roket, operator jaringan, dan lembaga pemerintah masih berasal dari organisasi berbeda.

Roket Menjadi Titik Lemah China

Salah satu tantangan terbesar China adalah kemampuan peluncuran. Starlink tumbuh cepat karena SpaceX mempunyai Falcon 9 yang dapat kembali dan digunakan berulang kali.

China masih banyak memakai roket sekali pakai. Biaya setiap peluncuran menjadi lebih tinggi dan waktu persiapan biasanya lebih panjang.

Sejumlah perusahaan China sedang mengembangkan roket yang dapat digunakan kembali. LandSpace, Galactic Energy, Space Pioneer, dan perusahaan lain berlomba membuat sistem yang menyerupai Falcon 9.

Namun, kemampuan tersebut belum berada pada tingkat operasi rutin seperti SpaceX. Pengujian pendaratan roket memerlukan waktu, investasi, dan banyak percobaan.

Tanpa roket yang murah serta sering terbang, target memasang ribuan satelit akan sulit dicapai sesuai jadwal.

China juga harus membagi kapasitas peluncuran untuk satelit cuaca, navigasi, pengamatan Bumi, riset, serta kebutuhan pertahanan.

Produksi Satelit Mulai Ditingkatkan

Selain roket, China harus membangun kemampuan produksi satelit secara massal. Konstelasi besar membutuhkan desain yang dapat dibuat cepat dengan biaya seragam.

Pabrik satelit tradisional biasanya mengerjakan unit dalam jumlah kecil. Setiap satelit dibuat dengan spesifikasi khusus dan membutuhkan waktu lama.

SpaceSail mencoba mengubah pola tersebut dengan membangun lini produksi yang lebih menyerupai industri kendaraan. Komponen dibuat dalam jumlah besar, proses perakitan dibagi menjadi beberapa tahap, dan pengujian dilakukan secara otomatis.

Cara ini dibutuhkan agar ratusan satelit dapat diselesaikan setiap tahun. Jika produksi masih memakai pola lama, jumlah yang dibutuhkan tidak akan tercapai.

China mempunyai keuntungan berupa industri elektronik, panel surya, baterai, semikonduktor, dan manufaktur berbiaya rendah. Jaringan pemasok tersebut dapat membantu menekan harga satuan.

Satelit Beroperasi di Orbit Rendah Bumi

SpaceSail dan Starlink sama sama menggunakan orbit rendah Bumi. Posisi satelit berada jauh lebih dekat dibandingkan satelit komunikasi tradisional yang ditempatkan pada orbit geostasioner.

Jarak yang lebih dekat membuat waktu perjalanan sinyal menjadi lebih singkat. Pengguna dapat memperoleh koneksi dengan latensi lebih rendah, sehingga lebih nyaman untuk panggilan video, permainan daring, serta layanan berbasis komputasi awan.

Kekurangannya, satu satelit hanya mencakup wilayah terbatas. Ribuan unit dibutuhkan agar layanan tersedia secara terus menerus ketika satelit bergerak mengelilingi Bumi.

Jaringan juga harus mampu memindahkan koneksi pengguna dari satu satelit ke satelit berikutnya tanpa memutus layanan.

Teknologi komunikasi antarsatelit dapat membantu data bergerak di ruang angkasa sebelum turun ke stasiun bumi. Kemampuan ini penting bagi wilayah yang jauh dari jaringan kabel.

China Membidik Negara yang Belum Dimasuki Starlink

SpaceSail tidak hanya membangun jaringan untuk pasar dalam negeri. Perusahaan mulai mencari mitra di Asia, Amerika Latin, Afrika, dan kawasan lain.

Brasil dan Kazakhstan termasuk negara yang telah menjajaki atau membuat kerja sama dengan SpaceSail. Perusahaan juga dilaporkan bekerja sama dengan Airbus untuk layanan internet dalam penerbangan.

Strategi ini cukup menarik karena Starlink tidak memperoleh izin di seluruh negara. Beberapa pemerintah menolak atau membatasi layanan SpaceX karena persoalan perizinan, data, keamanan, dan kontrol komunikasi.

SpaceSail dapat masuk dengan menawarkan kerja sama antarpemerintah, pembangunan stasiun bumi lokal, serta pengaturan data yang disesuaikan dengan kebijakan negara pelanggan.

Bagi China, proyek ini juga dapat memperkuat hubungan dagang dan teknologi dengan negara yang selama ini memakai infrastruktur telekomunikasi buatan perusahaan China.

Internet Satelit Memiliki Nilai Strategis

Jaringan satelit tidak hanya digunakan untuk menonton video atau membuka media sosial. Teknologi tersebut mempunyai nilai besar bagi pertahanan, pelayanan darurat, pelayaran, penerbangan, serta komunikasi pemerintahan.

Perang di Ukraina menunjukkan pentingnya Starlink ketika jaringan seluler dan kabel mengalami kerusakan. Terminal satelit dapat dipasang dengan cepat dan memberi sambungan tanpa membangun menara baru.

Pengalaman tersebut membuat banyak negara menyadari risiko bergantung pada jaringan milik perusahaan asing. Keputusan pemilik perusahaan dapat memengaruhi akses komunikasi di wilayah konflik.

China ingin memastikan kebutuhan strategisnya tidak bergantung pada Starlink. Guowang dan SpaceSail memberi pilihan yang berada di bawah kendali perusahaan serta pemerintah China.

Sistem satelit juga dapat mendukung kapal, pesawat, wilayah perbatasan, kepulauan, dan daerah terpencil yang sulit dijangkau kabel serat optik.

Terminal Pengguna Menjadi Bagian Penentu

Pelanggan Starlink memakai antena berbentuk piringan datar yang dapat mencari satelit secara otomatis. Perangkat tersebut relatif mudah dipasang dan telah diproduksi dalam jumlah besar.

China harus menghasilkan terminal dengan kemampuan serupa. Perangkat harus ringan, hemat listrik, tahan cuaca, dan mudah diarahkan.

Harga terminal sangat penting bagi negara berkembang. Layanan tidak akan cepat berkembang jika antenanya terlalu mahal dibandingkan pendapatan masyarakat.

SpaceSail perlu membangun beberapa jenis terminal untuk rumah, kendaraan, kapal, pesawat, perusahaan, dan lembaga pemerintah.

Kemampuan produksi elektronik China dapat menjadi keuntungan. Negara tersebut telah menjadi pusat pembuatan ponsel, router, antena, dan perangkat komunikasi dunia.

Namun, terminal untuk satelit bergerak memerlukan teknologi antena yang lebih rumit dibandingkan router rumah biasa.

Harga Layanan Belum Menjadi Keunggulan Jelas

Starlink telah mempunyai struktur harga yang berbeda di setiap negara. Pelanggan membayar perangkat awal dan biaya langganan bulanan.

SpaceSail belum mengumumkan harga global secara luas. Penawaran awal lebih banyak dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah dan perusahaan.

Agar dapat bersaing, China harus menawarkan biaya yang sebanding atau lebih rendah. Harga murah saja belum cukup jika kecepatan dan kestabilannya tertinggal.

Pengguna juga mempertimbangkan layanan pelanggan, penggantian perangkat, batas pemakaian data, serta kemudahan pembayaran.

Model bisnis SpaceSail mungkin berbeda dari Starlink. Perusahaan dapat menjual kapasitas kepada operator lokal, bukan langsung kepada setiap rumah.

Cara itu memberi operator negara tujuan kendali lebih besar terhadap pelanggan serta pengelolaan data.

Tabel Perbandingan SpaceSail dan Starlink

BagianSpaceSailStarlink
Negara asalChinaAmerika Serikat
PengelolaShanghai Spacecom Satellite TechnologySpaceX
Satelit aktif pertengahan 2026Sekitar 200 unitLebih dari 10.000 unit
Target akhirSekitar 15.000 unitPuluhan ribu unit
Sistem peluncuran utamaBeragam roket ChinaFalcon 9
Roket dapat digunakan kembaliBelum rutinSudah rutin
Cakupan layananMasih terbatas dan berkembangTersedia di banyak negara
PelangganTahap awal komersialJutaan pengguna
FokusPemerintah, perusahaan, penerbangan, dan pasar internasionalRumah, bisnis, transportasi, militer, dan komunikasi bergerak
Kekuatan utamaDukungan negara dan industri manufakturSkala, pengalaman, roket sendiri, dan jaringan global

Spektrum Orbit Menjadi Arena Persaingan

Konstelasi satelit membutuhkan izin penggunaan frekuensi dan posisi orbit. Pengajuan dilakukan melalui International Telecommunication Union.

Perusahaan dan negara yang lebih cepat mendaftarkan jaringan mempunyai posisi penting dalam memperoleh hak spektrum.

Starlink telah mengajukan izin untuk puluhan ribu satelit. China juga mendaftarkan SpaceSail, Guowang, dan proyek lain agar memperoleh ruang yang dibutuhkan.

Pendaftaran bukan berarti seluruh satelit pasti diluncurkan. Negara tetap harus memenuhi tahapan penggunaan dan tenggat tertentu.

Jika peluncuran terlalu lambat, hak atas spektrum dapat dipersoalkan. Hal ini menjadi alasan China mempercepat jadwal meskipun biaya yang dibutuhkan sangat besar.

Orbit rendah Bumi semakin padat sehingga koordinasi antaroperator menjadi lebih rumit.

Risiko Tabrakan Ikut Meningkat

Ribuan satelit bergerak dengan kecepatan sangat tinggi. Kesalahan kecil dapat menimbulkan tabrakan dan menghasilkan banyak serpihan.

Serpihan tersebut dapat bertahan di orbit dan mengancam satelit lain. Satu tabrakan besar berpotensi menciptakan rangkaian peristiwa yang membuat sebagian orbit sulit digunakan.

Operator harus melacak posisi setiap satelit dan melakukan manuver penghindaran ketika terdapat benda yang mendekat.

Starlink telah melakukan banyak manuver semacam itu. SpaceSail dan Guowang juga harus memiliki pusat pengawasan serta sistem kendali yang cepat.

Kerja sama data antara China, Amerika Serikat, Eropa, dan operator komersial diperlukan, meskipun hubungan politik mereka sering tegang.

Keamanan orbit tidak dapat dijaga oleh satu negara saja karena serpihan bergerak melintasi wilayah seluruh dunia.

Astronom Mengkhawatirkan Langit Semakin Terang

Konstelasi besar juga menimbulkan keluhan dari astronom. Panel surya dan permukaan satelit dapat memantulkan sinar matahari sehingga tampak sebagai garis pada hasil pengamatan teleskop.

Penelitian terhadap satelit awal Qianfan menemukan sebagian unit cukup terang dan beberapa diduga mengalami gerakan tidak stabil.

Jika ribuan satelit serupa diluncurkan tanpa perbaikan, pengamatan bintang, galaksi, asteroid, dan objek redup dapat terganggu.

SpaceX telah mencoba mengurangi pantulan pada generasi Starlink tertentu. China juga didorong melakukan perubahan desain, orientasi panel, dan lapisan permukaan.

Masalah lain muncul pada astronomi radio. Sinyal komunikasi satelit dapat mengganggu alat yang mencari gelombang sangat lemah dari ruang angkasa.

“Keberhasilan membangun internet satelit harus disertai tanggung jawab menjaga orbit dan langit agar tetap dapat digunakan untuk penelitian.”

Guowang dan SpaceSail Bisa Saling Melengkapi

Keberadaan dua konstelasi besar China menimbulkan pertanyaan apakah keduanya akan bersaing atau bekerja sama.

Guowang lebih dekat dengan kepentingan strategis pemerintah pusat, sedangkan SpaceSail terlihat lebih aktif mencari pelanggan komersial internasional.

Keduanya dapat berbagi stasiun bumi, teknologi produksi, roket, serta jaringan pemasok. Namun, mereka juga bersaing memperoleh kapasitas peluncuran dan spektrum.

China mungkin membagi wilayah pelayanan atau kelompok pengguna agar investasi tidak saling tumpang tindih.

Guowang dapat fokus pada pemerintahan, keamanan, dan layanan nasional. SpaceSail dapat mengejar maskapai, perusahaan pelayaran, operator telekomunikasi, serta negara mitra.

Pengaturan tersebut memungkinkan China membangun jaringan yang lebih luas tanpa menempatkan seluruh tanggung jawab pada satu pengelola.

Persaingan Tidak Hanya Terjadi dengan Starlink

Selain China dan SpaceX, Amazon sedang membangun Project Kuiper. Eropa juga mempunyai program IRIS², sementara OneWeb telah mengoperasikan jaringan satelit untuk pelanggan perusahaan dan pemerintah.

Persaingan membuat negara serta perusahaan memiliki lebih banyak pilihan. Mereka tidak harus bergantung pada satu operator.

Namun, jumlah konstelasi yang bertambah juga memperbesar kebutuhan koordinasi spektrum dan orbit.

Perusahaan yang terlambat dapat kesulitan memperoleh posisi menguntungkan. Karena itu, peluncuran sering dipercepat untuk mengamankan hak serta kehadiran pasar.

China melihat internet satelit sebagai bagian dari persaingan teknologi global bersama semikonduktor, kecerdasan buatan, jaringan 5G, dan komputasi awan.

China Masih Membutuhkan Waktu Panjang

Jumlah 200 satelit merupakan pencapaian penting, tetapi belum cukup untuk menandingi jangkauan dan kapasitas Starlink.

China harus meluncurkan ribuan unit, membangun roket yang dapat digunakan kembali, memperluas pusat data, dan menghasilkan terminal murah.

SpaceSail juga perlu membuktikan layanannya stabil dalam penggunaan nyata. Kecepatan tinggi pada uji coba belum tentu sama ketika jutaan pelanggan masuk.

Perusahaan harus memperoleh izin di setiap negara yang ingin dilayani. Masalah politik dan kekhawatiran keamanan dapat menghambat ekspansi, sama seperti yang dialami Starlink.

Meski demikian, dukungan pemerintah dan kekuatan manufaktur membuat China tidak dapat dipandang sebagai pemain kecil.

Starlink Kini Memiliki Pesaing Serius

Starlink masih memimpin dengan jumlah satelit, pelanggan, pengalaman, serta kemampuan peluncuran yang belum tertandingi.

Namun, SpaceSail dan Guowang menunjukkan bahwa China siap menghabiskan modal besar untuk membangun jaringan tandingan.

Putaran pendanaan baru, pencapaian 200 satelit, target 648 unit pada akhir 2026, dan rencana belasan ribu satelit menjadi tanda bahwa proyek ini telah melewati tahap percobaan.

Persaingan berikutnya akan ditentukan oleh kecepatan peluncuran, harga terminal, kualitas layanan, dan kemampuan memperoleh izin internasional.

China mungkin belum mampu menyamai Starlink dalam waktu dekat. Akan tetapi, Beijing telah menempatkan internet satelit sebagai teknologi strategis yang harus dikuasai sendiri.

Ketika ribuan satelit China mulai memenuhi orbit, persaingan komunikasi global akan berubah dari dominasi satu perusahaan menjadi pertarungan beberapa jaringan besar yang membawa kepentingan bisnis, teknologi, dan negara sekaligus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *