Dell Akui Salah Strategi, Laptop XPS Bangkit Lagi di CES 2026 Panggung CES 2026 menjadi momen yang tidak biasa bagi Dell. Bukan sekadar memamerkan produk baru, melainkan ajang pengakuan yang jujur. Dell secara terbuka mengakui bahwa strategi mereka dalam beberapa tahun terakhir membuat lini XPS kehilangan sorotan. Laptop yang dulu menjadi simbol premium dan inovasi sempat terlihat tenggelam di tengah persaingan ketat. Namun di Las Vegas, Dell datang dengan satu pesan kuat. XPS tidak mati. XPS sedang dibangunkan kembali.
Pengakuan ini mengejutkan banyak pengamat teknologi. Jarang ada perusahaan besar yang berani berkata bahwa arah sebelumnya tidak tepat. Tetapi justru dari keberanian itulah lahir cerita baru. Dell tidak sekadar merilis XPS generasi terbaru. Mereka merancang ulang filosofi produk, mendengarkan ulang suara pengguna setia, dan menata ulang identitas yang sempat kabur.
“Saya melihat ini bukan sekadar peluncuran produk, tapi pengakuan jujur yang jarang dilakukan perusahaan teknologi besar. Dell terlihat seperti kembali mengingat siapa dirinya.”
XPS dan Warisan yang Pernah Mendominasi Pasar Premium
Sebelum membahas kebangkitan, penting memahami mengapa XPS begitu berarti. Seri XPS pernah menjadi standar emas laptop premium. Desain tipis, layar nyaris tanpa bezel, material kokoh, dan performa yang seimbang membuatnya menjadi idola pekerja kreatif, eksekutif muda, hingga mahasiswa teknologi.
Pada masanya, menyebut laptop premium hampir selalu diikuti nama XPS. Bahkan banyak kompetitor meniru pendekatan desainnya. XPS bukan sekadar laptop. Ia menjadi simbol bahwa Windows laptop juga bisa tampil elegan dan modern.
Namun kejayaan lama tidak selalu menjamin kejayaan masa depan. Ketika tren AI PC muncul, ketika ARM mulai merangsek, ketika layar OLED menjadi standar baru, XPS sempat terlihat berjalan di tempat. Identitasnya masih kuat, tetapi inovasinya tidak lagi paling berani.
Kesalahan Strategi yang Diakui Dell
Dalam sesi presentasi CES 2026, perwakilan Dell secara terbuka mengakui bahwa mereka terlalu bermain aman. XPS dipertahankan dengan desain yang mirip dari generasi ke generasi. Perubahan terjadi, tetapi terasa inkremental. Sementara pasar bergerak cepat, XPS terlihat elegan namun stagnan.
Pengakuan lainnya adalah soal segmentasi. Dell sempat memecah fokus antara Inspiron premium, Latitude kelas bisnis, dan XPS yang seharusnya menjadi mahkota. Alih alih mempertajam XPS sebagai ikon, mereka membiarkannya berjalan di jalur yang terlalu hati hati.
Akibatnya sederhana. XPS masih bagus, tetapi tidak lagi memukau. Dalam dunia teknologi, bagus saja tidak cukup. Harus ada faktor wow.
“Kadang produk gagal bukan karena jelek, tapi karena tidak lagi membuat orang jatuh cinta.”
CES 2026 Menjadi Titik Balik yang Disiapkan Serius
CES 2026 menjadi panggung pembuktian. Dell tidak datang dengan satu model baru. Mereka membawa filosofi baru. Presentasi mereka tidak hanya bicara spesifikasi, tetapi menceritakan perjalanan reflektif. Mereka menampilkan riset perilaku pengguna, masukan komunitas, hingga prototipe yang diuji secara intensif.
XPS generasi baru dirancang dari nol dengan pendekatan human centered design. Dell menyebut bahwa mereka tidak hanya mendesain laptop untuk dilihat, tetapi untuk disentuh, didengar, dirasakan, dan dipakai berjam jam tanpa kelelahan.
Suasana booth Dell di CES 2026 terasa berbeda. Tidak hanya ramai, tetapi penuh rasa penasaran. Banyak pengunjung mencoba, bukan sekadar memotret.
Desain Baru XPS yang Lebih Berani
Setelah pengakuan strategi salah, Dell tidak main aman lagi. XPS 2026 tampil dengan bahasa desain baru. Bodi lebih tipis, garis lebih bersih, dan material terasa lebih mewah. Bezel semakin nyaris tak terlihat, membuat layar seolah mengambang.
Trackpad kini menyatu halus dengan permukaan tanpa batas fisik yang kaku. Keyboard dirancang dengan jarak tombol yang lebih lega, travel yang lebih empuk, dan permukaan yang tidak cepat panas.
Dell juga memperkenalkan pendekatan modular halus. Beberapa komponen kini lebih mudah diakses untuk servis, menjawab kritik lama soal perbaikan XPS yang rumit.
“Saya suka ketika produsen akhirnya mengerti bahwa desain cantik tidak boleh mengorbankan kenyamanan jangka panjang.”
Layar yang Kini Menjadi Pusat Cerita
Layar selalu menjadi kekuatan XPS. Namun di 2026, Dell membawa layar ke level baru. Panel OLED kini menjadi standar untuk varian utama. Warna lebih kaya, hitam lebih dalam, dan konsumsi daya lebih efisien.
Tidak hanya itu. Dell memperkenalkan teknologi adaptive visual comfort. Layar otomatis menyesuaikan temperatur warna dan kecerahan berdasarkan lingkungan, tanpa membuat tampilan terlihat aneh. Ini bukan gimmick, tetapi solusi nyata bagi pekerja yang menatap layar seharian.
Rasio layar juga diperluas dengan pendekatan vertikal yang lebih lega, membuat browsing, coding, dan membaca dokumen terasa lebih natural.
Performa yang Menyatu dengan Era AI PC
Tidak mungkin bicara laptop 2026 tanpa menyebut AI. XPS generasi baru dibangun sebagai AI PC sejati. Prosesor terbaru dengan NPU khusus membuat tugas AI berjalan lokal tanpa membebani CPU utama.
Dell menanamkan fitur AI asisten lokal untuk manajemen daya, optimasi performa, dan bahkan personalisasi pengalaman mengetik. Laptop kini belajar pola penggunaan pengguna dan menyesuaikan resource secara real time.
Yang menarik, Dell memilih pendekatan seimbang. Mereka tidak menjual AI sebagai slogan kosong, tetapi mengintegrasikannya ke fungsi nyata yang terasa sehari hari.
“Saya selalu skeptis pada kata AI. Tapi ketika baterai lebih awet dan kipas lebih senyap karena AI bekerja di belakang layar, itu baru terasa manfaatnya.”
Pendinginan Lebih Sunyi, Lebih Pintar
Salah satu kritik lama XPS adalah manajemen panas di beban tinggi. Dell menjawab ini dengan sistem pendinginan baru yang lebih tipis namun lebih efisien. Jalur airflow dirancang ulang, material thermal ditingkatkan, dan kipas kini memiliki profil adaptif.
Hasilnya, laptop tetap dingin di pangkuan, bahkan saat menjalankan tugas berat. Kebisingan kipas juga lebih rendah, membuat XPS nyaman dipakai di ruang rapat atau perpustakaan.
Ini adalah detail kecil yang besar dampaknya. Karena laptop premium bukan hanya soal performa tinggi, tetapi performa tinggi yang tenang.
Daya Tahan Baterai yang Lebih Realistis
Dell juga memperbaiki pendekatan mereka soal klaim baterai. Jika dulu angka klaim terlihat tinggi tetapi realita berbeda, kini Dell menampilkan estimasi berdasarkan skenario nyata. Hasilnya lebih jujur dan mendekati pemakaian sehari hari.
Baterai XPS 2026 mampu bertahan seharian untuk kerja kantor normal, meeting online, dan browsing intensif. Pengisian cepat juga ditingkatkan, memberi jam tambahan hanya dari waktu charge singkat.
Ini membuat XPS kembali menjadi laptop yang bisa diajak mobilitas penuh tanpa rasa khawatir.
Sentuhan Premium yang Terasa di Detail
Laptop premium bukan hanya spesifikasi. Dell menyadari ini. XPS 2026 membawa detail kecil yang terasa mahal. Engsel yang halus namun kokoh. Tombol power dengan sensor sidik jari yang responsif. Speaker yang lebih bertenaga dengan tuning audio yang bersih.
Bahkan permukaan palm rest dirancang agar tidak cepat meninggalkan bekas minyak jari. Hal kecil, tetapi membuat laptop terlihat bersih lebih lama.
“Kadang kemewahan itu bukan sesuatu yang dilihat, tapi sesuatu yang tidak mengganggu.”
Posisi XPS Kembali Jelas
Salah satu langkah penting Dell adalah menegaskan kembali posisi XPS. Laptop ini kini jelas ditujukan sebagai flagship konsumen premium. Inspiron difokuskan untuk mainstream, Latitude untuk bisnis, dan XPS untuk mereka yang menginginkan kombinasi performa, desain, dan prestise.
Keputusan ini penting karena membuat strategi produk lebih fokus. XPS kembali menjadi simbol, bukan sekadar satu seri di antara banyak seri.
Respons Pasar dan Komunitas
Reaksi awal di CES 2026 sangat positif. Banyak reviewer menyebut XPS baru sebagai comeback serius. Komunitas pengguna lama merasa didengar. Bahkan sebagian yang sempat pindah ke merek lain menyatakan tertarik kembali.
Ini menunjukkan bahwa pengakuan kesalahan, jika diikuti tindakan nyata, bisa mengubah persepsi pasar dengan cepat.
“Saya lebih menghargai perusahaan yang mengakui salah dan memperbaiki, daripada yang berpura pura semuanya baik baik saja.”
Tantangan yang Masih Menanti
Meski kebangkitan terlihat kuat, Dell masih menghadapi tantangan. Persaingan laptop premium semakin ketat. Produsen lain juga membawa inovasi besar. Selain itu, harga XPS tetap berada di kelas atas, membuatnya bukan pilihan semua orang.
Namun kali ini, Dell tampak siap. Mereka tidak lagi sekadar mempertahankan reputasi lama. Mereka membangun ulang fondasi.
XPS sebagai Simbol Kebangkitan
CES 2026 akan dikenang sebagai panggung di mana Dell mengoreksi arah dan menemukan kembali identitas XPS. Dari pengakuan kesalahan, lahir keberanian baru. Dari stagnasi, lahir inovasi segar. Dari kehilangan sorotan, lahir cahaya baru.
XPS kini tidak hanya kembali. Ia kembali dengan cerita.
“Kadang produk terbaik lahir bukan dari kepercayaan diri penuh, tetapi dari keberanian untuk berkata kami bisa lebih baik dan benar benar melakukannya.”






