F5 Rilis AI Security Platform untuk Memburu Shadow AI di Jaringan Perusahaan F5 resmi memperkenalkan AI Security Platform, sistem keamanan terpadu yang dirancang untuk mengawasi aplikasi kecerdasan buatan, model, agen, dan antarmuka pemrograman aplikasi yang digunakan perusahaan. Platform tersebut diumumkan pada 22 Juni 2026 dengan sasaran utama membantu pimpinan keamanan mengenali penggunaan AI yang tidak mendapat izin.
Peluncuran ini dibarengi dengan akuisisi SurePath AI, perusahaan yang mengembangkan teknologi penemuan AI berbasis jaringan, pengelompokan tujuan penggunaan, serta pendeteksian shadow AI. Teknologi SurePath menjadi bagian penting dalam sistem baru F5 karena dapat melihat layanan AI yang dipakai pegawai tanpa menunggu integrasi langsung dengan setiap aplikasi.
F5 membangun platform ini melalui siklus keamanan yang terus berjalan. Sistem terlebih dahulu menemukan penggunaan AI, menguji kelemahan, menerapkan kebijakan, memberikan perlindungan ketika layanan digunakan, lalu menyimpan jejak aktivitas untuk pemeriksaan. Pendekatan tersebut ditujukan bagi perusahaan yang menjalankan AI di pusat data sendiri, cloud publik, cloud privat, lingkungan campuran, ataupun jaringan terisolasi penuh.
Shadow AI Menjadi Titik Buta Baru di Perusahaan
Shadow AI adalah penggunaan alat atau model kecerdasan buatan tanpa pengetahuan maupun persetujuan tim teknologi informasi, keamanan siber, atau tata kelola data. Penggunaannya dapat berlangsung melalui akun pribadi, ekstensi peramban, aplikasi tidak resmi, layanan percakapan publik, atau sambungan otomatis yang dibuat pegawai untuk mempercepat pekerjaan.
Situasi ini mirip dengan shadow IT, ketika pegawai memakai aplikasi cloud tanpa melalui pemeriksaan perusahaan. Perbedaannya, layanan AI dapat menerima dokumen, kode program, data pelanggan, riwayat komunikasi, serta akses menuju sistem lain. Informasi tersebut dapat keluar dari jalur pengawasan tanpa disadari pemilik organisasi.
Seorang pengembang perangkat lunak, misalnya, dapat menyalin kode milik perusahaan ke akun AI pribadi untuk mencari kesalahan. Pegawai komunikasi dapat mengunggah dokumen strategi yang belum diterbitkan untuk diringkas. Tenaga penjualan juga dapat memasang ekstensi AI yang terhubung dengan surat elektronik dan sistem pengelolaan pelanggan tanpa persetujuan bagian keamanan.
Aktivitas tersebut tidak selalu dilakukan dengan niat buruk. Banyak pegawai hanya ingin menghemat waktu. Persoalan muncul ketika perusahaan tidak mengetahui model apa yang menerima data, tempat informasi diproses, lama penyimpanan, serta pihak lain yang mungkin memperoleh akses.
F5 menyatakan pemblokiran seluruh layanan AI bukan jawaban yang memadai. Kebijakan yang terlalu kaku dapat mendorong pegawai mencari jalur lain yang lebih sulit terlihat. Perusahaan justru memerlukan titik pengawasan yang dapat mengenali penggunaan, memahami tujuan, dan menjalankan aturan tanpa menghentikan seluruh pemanfaatan AI.
Menurut penulis, perusahaan tidak akan memperoleh kendali hanya dengan mengirim larangan melalui surat elektronik. Mereka harus mengetahui layanan apa yang benar benar digunakan pegawai dan jenis data yang masuk ke dalamnya.
SurePath AI Menjadi Mata bagi Platform Baru F5
Teknologi SurePath AI bekerja melalui pengamatan lalu lintas jaringan. Sistem dapat mendeteksi layanan AI yang digunakan pegawai, termasuk aplikasi yang belum masuk daftar resmi perusahaan. Cara ini mengurangi kebutuhan memasang sambungan khusus ke setiap aplikasi satu per satu.
F5 menjelaskan bahwa SurePath dapat diterapkan melalui pengalihan lalu lintas jaringan dan analisis di luar jalur utama. Sistem kemudian membuat lapisan visibilitas yang mengelompokkan aktivitas berdasarkan tujuan penggunaannya.
Perusahaan tidak hanya mengetahui bahwa seorang pegawai membuka layanan AI. Tim keamanan dapat melihat apakah layanan itu digunakan untuk menulis kode, merangkum dokumen, menyusun surat, mengolah data pelanggan, atau menjalankan tugas melalui agen.
Kemampuan pengelompokan tujuan dibutuhkan karena tingkat risiko setiap penggunaan berbeda. Meminta AI membuat ide judul mempunyai risiko lebih rendah dibandingkan mengunggah daftar pelanggan, kontrak, rekam medis, atau kode internal.
SurePath juga dirancang untuk menelusuri panggilan alat oleh agen AI dan sambungan menuju server Model Context Protocol atau MCP. Protokol tersebut memungkinkan model berhubungan dengan sumber data dan alat lain. Ketika agen memperoleh akses luas, satu instruksi dapat memicu serangkaian tindakan di banyak sistem.
Empat Pilar Menjadi Dasar AI Security Platform
F5 menyusun AI Security Platform melalui empat pilar utama, yakni tata kelola AI, penemuan AI, pengujian keamanan, dan perlindungan saat sistem berjalan. Seluruhnya dilengkapi lapisan observabilitas yang mencatat interaksi untuk kebutuhan pemeriksaan.
Susunan ini dibuat agar pengamanan tidak berhenti pada pemeriksaan sebelum aplikasi diluncurkan. Model dapat berubah, serangan baru dapat muncul, dan cara pegawai menggunakan AI juga terus berkembang. Kebijakan perlu diperbarui berdasarkan temuan terbaru.
F5 menggambarkan cara kerjanya sebagai lingkaran berulang. Hasil penemuan menentukan sistem yang perlu diuji. Hasil pengujian digunakan untuk membentuk aturan perlindungan. Catatan dari perlindungan kemudian menjadi bahan untuk penemuan dan pengujian berikutnya.
Tata Kelola Mengubah Aturan Menjadi Kebijakan Teknis
Pilar tata kelola membantu perusahaan menerjemahkan batas risiko, aturan privasi, dan kewajiban regulasi menjadi kebijakan yang dapat diterapkan. Aturan tersebut dapat mengendalikan perintah yang masuk, jawaban model, akses data, serta alat yang boleh dipanggil agen.
Sebagai contoh, rumah sakit dapat melarang data pasien dikirim ke model publik. Perusahaan keuangan dapat meminta penyamaran nomor rekening sebelum informasi diproses. Instansi pemerintah dapat membatasi model agar hanya berjalan di pusat data yang telah ditentukan.
Platform juga menyediakan jejak yang dapat digunakan untuk audit. Perusahaan dapat memeriksa siapa yang memakai AI, model yang digunakan, jenis aktivitas, kebijakan yang diterapkan, dan hasil tindakan keamanan.
Jejak tersebut penting ketika organisasi harus menjelaskan pengelolaan data kepada regulator, pelanggan, auditor, ataupun mitra bisnis. Pernyataan bahwa perusahaan mempunyai aturan belum cukup apabila penerapannya tidak dapat dibuktikan.
Penemuan AI Melihat Penggunaan yang Resmi dan Tersembunyi
Pilar penemuan bertugas mencari aplikasi, model, agen, dan sambungan API yang bekerja di lingkungan perusahaan. Sistem juga mengidentifikasi penggunaan yang belum disetujui agar tim keamanan tidak hanya bergantung pada laporan pegawai.
Platform mengelompokkan aktivitas berdasarkan tujuan. Informasi tersebut membantu tim memilih tanggapan yang sesuai. Sebagian penggunaan dapat diizinkan dengan pembatasan, sementara aktivitas yang melibatkan data sensitif dapat dihentikan.
Pendekatan ini berbeda dari daftar blokir biasa. Daftar tersebut hanya mengenali alamat yang sudah diketahui. Layanan baru, domain tambahan, atau integrasi tersembunyi dapat melewati pemeriksaan jika sistem tidak memahami pola penggunaannya.
Penemuan berbasis jaringan memberi cakupan luas pada perangkat yang terhubung dengan infrastruktur perusahaan. Namun, organisasi tetap perlu memperhatikan perangkat pribadi, jaringan seluler, serta pekerjaan jarak jauh yang tidak melewati jalur pengawasan.
Pengujian Keamanan Menghadapkan AI dengan Serangan
Pilar ketiga menguji aplikasi dan model sebelum serta setelah digunakan dalam lingkungan produksi. F5 menyebut sistemnya dapat memeriksa lebih dari 140.000 pola serangan AI, termasuk sasaran penyerang yang dibuat khusus untuk kebutuhan sebuah organisasi.
Pengujian dapat mencoba perintah yang bertujuan melewati pembatas, mengambil informasi tersembunyi, memanipulasi jawaban, atau membuat agen menjalankan tindakan yang tidak seharusnya.
Temuan pengujian kemudian diterjemahkan menjadi perlindungan yang bisa diterapkan ketika model digunakan. Dengan demikian, laporan kelemahan tidak hanya berakhir sebagai dokumen untuk tim pengembang.
F5 AI Red Team menjadi bagian yang menangani pengujian tersebut. Produk ini berasal dari kemampuan CalypsoAI yang sebelumnya diakuisisi F5, lalu dipadukan dengan AI Guardrails untuk perlindungan ketika aplikasi beroperasi.
Perlindungan Aktif Bekerja ketika Model Digunakan
Pilar perlindungan berjalan memeriksa interaksi pada saat layanan AI digunakan. F5 menyatakan platform dapat menangkal prompt injection, kebocoran data, keluaran berbahaya, serta agen yang bertindak melampaui kewenangannya.
Prompt injection terjadi ketika masukan yang dirancang penyerang mengubah perilaku model dan mendorongnya mengikuti instruksi yang tidak semestinya. Serangan dapat datang langsung melalui percakapan atau tersembunyi di dalam dokumen, laman, surat elektronik, dan gambar yang diproses model.
F5 menyediakan guardrail yang dapat dibuat menggunakan bahasa sehari hari. Tim keamanan dapat menulis larangan atau syarat tanpa harus membuat seluruh aturan melalui kode program.
Contohnya, perusahaan dapat meminta sistem menutupi nomor kartu identitas, menghentikan pengiriman rahasia dagang, atau mewajibkan persetujuan manusia sebelum agen menghapus data.
F5 menyatakan perlindungan aktifnya mencapai efektivitas hingga 98,2 persen dalam pengujian independen yang dicantumkan dalam pengumuman peluncuran. Angka tersebut berasal dari kondisi pengujian tertentu sehingga hasil penerapan dapat berbeda menurut model, jenis aplikasi, aturan, dan serangan yang dihadapi.
Agen AI Memperbesar Ruang yang Harus Diawasi
Agen AI berbeda dari chatbot yang hanya memberikan jawaban. Agen dapat masuk ke sistem, memanggil alat, membaca dokumen, mengirim pesan, membuat tiket layanan, mengubah konfigurasi, atau menjalankan kode.
F5 mencatat 98 persen organisasi dalam surveinya sedang mempersiapkan penggunaan agentic AI. Sebanyak 88 persen responden juga melaporkan setidaknya satu persoalan operasional atau keamanan terkait AI. Survei State of Application Strategy 2026 melibatkan lebih dari 1.100 pengambil keputusan teknologi di organisasi global.
Ketika agen dapat melakukan autentikasi dan bertindak sendiri, kesalahan izin menjadi lebih berbahaya. Agen yang seharusnya hanya membaca berkas dapat memperoleh fungsi untuk mengubah atau menghapus. Sistem juga dapat mengirim informasi kepada pihak luar akibat instruksi tersembunyi.
OWASP menjelaskan excessive agency sebagai kelemahan ketika sistem AI mempunyai fungsi, izin, atau tingkat kemandirian berlebihan. Keadaan tersebut dapat membuat model menjalankan tindakan merusak setelah menerima keluaran yang keliru, perintah yang ambigu, ataupun instruksi hasil manipulasi.
F5 berusaha mengatasi persoalan ini dengan mencatat panggilan alat, sambungan MCP, identitas agen, serta tujuan aktivitas. Tim keamanan dapat menentukan alat yang boleh dipakai, data yang boleh dibaca, dan tindakan yang membutuhkan persetujuan manusia.
Perusahaan Rata Rata Menggunakan Tujuh Model AI
Pengelolaan keamanan semakin rumit karena organisasi tidak lagi bergantung pada satu model. F5 melaporkan bahwa perusahaan rata rata menjalankan tujuh model AI, sedangkan 52 persen responden menghubungkan atau mengatur beberapa model untuk menyelesaikan alur kerja.
Sebanyak 78 persen organisasi juga menjalankan inferensi AI sendiri. Pada saat yang sama, 93 persen beroperasi di lingkungan hybrid multicloud yang menggabungkan cloud publik, cloud privat, dan pusat data lain.
Susunan tersebut membuat kebijakan mudah terpecah. Satu model dapat berjalan di cloud publik, model lain berada di pusat data perusahaan, sedangkan agen menggunakan API dari penyedia ketiga.
F5 menawarkan arsitektur yang tidak bergantung pada satu model. Kebijakan yang sama dapat diterapkan pada model publik maupun privat selama lalu lintas dan titik interaksinya dapat dijangkau platform.
Penulis menilai kemampuan menjaga aturan tetap seragam akan menjadi penentu utama. Perusahaan dapat membeli banyak alat keamanan, tetapi celah tetap muncul apabila setiap model memakai kebijakan yang berbeda.
Pilihan Penerapan Menjangkau Jaringan Terisolasi
F5 AI Security Platform dapat diterapkan melalui AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud. Platform juga mendukung lingkungan campuran, cloud privat, pusat data lokal, serta jaringan terisolasi yang tidak mempunyai sambungan keluar.
Pilihan ini ditujukan bagi sektor yang memiliki aturan ketat mengenai lokasi penyimpanan data, seperti lembaga keuangan, layanan kesehatan, pemerintahan, energi, dan pertahanan.
Perusahaan dapat mempertahankan pengolahan AI di infrastruktur sendiri tanpa mengirim informasi ke pusat data luar. Kebijakan tetap dapat diterapkan pada model, agen, dan API yang beroperasi di lingkungan tertutup.
SurePath menggunakan model penerapan jaringan yang ringan dan tidak mengharuskan perubahan besar terhadap arsitektur aplikasi. F5 menyatakan cara tersebut membantu perusahaan memperoleh visibilitas tanpa memasang integrasi pada setiap layanan.
Platform Tidak Menghapus Kebutuhan Tata Kelola Internal
Teknologi penemuan dapat menunjukkan layanan AI yang digunakan, tetapi keputusan mengenai layanan yang diizinkan tetap harus dibuat perusahaan. Organisasi memerlukan daftar jenis data, pembagian tingkat kerahasiaan, pemilik aplikasi, serta pihak yang berwenang memberi persetujuan.
Tim keamanan juga perlu bekerja bersama bagian hukum, sumber daya manusia, kepatuhan, dan unit bisnis. Pemakaian AI untuk menulis kode mempunyai kebutuhan berbeda dari penggunaannya untuk memeriksa lamaran kerja atau mengolah data kesehatan.
Perusahaan harus menjelaskan aturan kepada pegawai dengan bahasa yang mudah dimengerti. Larangan umum seperti tidak boleh memasukkan data rahasia sering kali terlalu luas apabila jenis data dan layanan yang diperbolehkan tidak dijabarkan.
Platform juga tidak dapat memperbaiki izin akun yang sejak awal terlalu besar. Apabila agen diberi akses ke seluruh basis data, lapisan keamanan harus bekerja jauh lebih keras untuk mencegah penyalahgunaan.
Harga Platform Belum Dicantumkan secara Terbuka
F5 tidak mencantumkan harga paket dalam pengumuman peluncuran ataupun halaman produk yang tersedia untuk publik. Calon pelanggan diarahkan menghubungi tim penjualan dan meminta demonstrasi berdasarkan lingkungan yang ingin dilindungi.
Nilai akuisisi SurePath AI juga tidak disebutkan dalam siaran peluncuran. F5 hanya menegaskan bahwa teknologi perusahaan tersebut menjadi komponen utama untuk penemuan berbasis jaringan, pengelompokan tujuan, dan pendeteksian shadow AI.
Sebelum menerapkan platform, perusahaan perlu memetakan seluruh penggunaan AI yang sudah diketahui, lalu membandingkannya dengan temuan dari jaringan. Tahap ini dapat memperlihatkan selisih antara daftar resmi dan kegiatan yang berlangsung sehari hari.
Organisasi juga perlu menentukan data yang tidak boleh keluar, tindakan yang wajib mendapat persetujuan manusia, serta prosedur ketika sistem menemukan penggunaan tanpa izin. Tanpa aturan penanganan, peringatan keamanan dapat menumpuk tanpa tindakan yang jelas.
F5 menempatkan AI Security Platform sebagai perluasan dari Application Delivery and Security Platform yang selama ini digunakan untuk aplikasi serta API. Langkah berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan platform mengenali layanan baru, menjaga kecepatan aplikasi, serta menerapkan aturan tanpa mengganggu pekerjaan pegawai.
