iPhone 18 Ultra Diprediksi Mulai Rp45 Jutaan, Ini Bocoran Terbarunya

Teknologi8 Views

iPhone 18 Ultra mulai ramai diperbincangkan menjelang acara Apple pada 9 September 2026. Perangkat yang disebut sebagai iPhone lipat pertama Apple tersebut diperkirakan menempati kelas paling tinggi dalam keluarga iPhone, bahkan berada di atas iPhone 18 Pro Max. Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah harga. Sejumlah bocoran mengarah pada banderol sekitar US$2.000 hingga US$2.500, sementara beberapa perkiraan regional menempatkannya mulai sekitar Rp45 jutaan dan bahkan dapat jauh lebih tinggi untuk kapasitas penyimpanan besar.

Namun, hingga 6 September 2026, Apple belum mengumumkan perangkat bernama iPhone 18 Ultra secara resmi. Apple baru memastikan akan menggelar acara bertajuk Surprise and shine pada 9 September pukul 10.00 waktu Pasifik. Karena itu, nama iPhone Ultra, spesifikasi, pilihan penyimpanan, dan harga yang beredar saat ini masih berasal dari laporan analis, informasi rantai pasok, unit dummy, serta bocoran industri.

Harga iPhone 18 Ultra Rp45 Juta Masih Berstatus Perkiraan

Angka Rp45 juta bukan harga resmi yang sudah dipasang Apple Indonesia. Nilai tersebut berasal dari berbagai proyeksi harga iPhone lipat yang belakangan sering disebut iPhone Ultra atau iPhone 18 Fold. Perkiraan yang beredar menempatkan perangkat lipat pertama Apple pada kisaran US$2.099 sampai US$2.299, sedangkan konfigurasi tertingginya berpotensi melewati US$3.000.

Perkiraan lain menempatkan harganya lebih tinggi. Sejumlah riset pasar menyebut perangkat tersebut dapat mencapai sekitar US$2.500. Dalam perhitungan yang digunakan sejumlah media Indonesia pada akhir Agustus 2026, angka itu setara sekitar Rp44,3 juta. Dengan pembulatan, perubahan kurs, pajak, dan struktur harga setiap negara, angka Rp45 jutaan menjadi salah satu perkiraan yang paling sering muncul.

Bocoran dari beberapa pasar malah menunjukkan harga awal dapat berada di atas angka tersebut. Informasi harga yang sempat muncul di sejumlah negara memperlihatkan banderol yang jika dikonversikan dapat mencapai lebih dari Rp50 juta. Meski demikian, data tersebut belum dapat dianggap sebagai daftar harga resmi Apple.

Artinya, menyebut iPhone 18 Ultra mulai Rp45 juta masih harus ditempatkan sebagai perkiraan sebelum acara Apple berlangsung. Harga Indonesia bisa berbeda cukup jauh apabila produk tersebut benar benar dipasarkan secara resmi di Tanah Air.

iPhone Ultra Diperkirakan Menjadi iPhone Lipat Pertama Apple

Hal yang membuat banderol tersebut sangat tinggi adalah bentuk perangkatnya. iPhone Ultra dikabarkan bukan sekadar iPhone 18 dengan layar dan kamera lebih besar, tetapi perangkat lipat bergaya buku atau paspor.

Sejumlah laporan menggunakan nama sementara iPhone 18 Fold, sementara laporan lainnya memakai nama iPhone Ultra. Apple sendiri belum memberikan nama komersial resmi untuk perangkat tersebut.

Bocoran yang beredar cukup konsisten mengenai bentuk dasarnya. Ketika tertutup, pengguna diperkirakan mendapatkan layar luar sekitar 5,4 sampai 5,5 inci. Setelah dibuka, panel utama membentang sekitar 7,8 inci.

Ukuran tersebut membuat perangkat dapat digunakan seperti ponsel ketika tertutup, tetapi berubah menjadi layar yang mendekati tablet kecil setelah engsel dibuka. Proporsi layar bagian dalam juga disebut lebih lebar dibanding banyak ponsel lipat Android.

Perangkat dummy yang beredar sepanjang 2026 ikut memperkuat dugaan bahwa Apple memilih bentuk horizontal yang lebar. Unit tersebut bukan produk siap jual, tetapi biasanya digunakan produsen aksesori sebagai acuan ukuran sebelum perangkat resmi tersedia.

Menurut penulis, harga sekitar Rp45 juta baru dapat diterima sebagian konsumen apabila Apple benar benar menawarkan pengalaman yang jauh berbeda dari iPhone Pro Max, bukan hanya menambahkan engsel pada perangkat yang sudah dikenal.

Layar 7,8 Inci Menjadi Bagian Terpenting iPhone Ultra

Layar bagian dalam diperkirakan menjadi komponen paling mahal sekaligus menjadi pusat pengalaman menggunakan iPhone Ultra. Beberapa laporan menyebut Apple menaruh perhatian besar pada garis lipatan yang selama ini mudah terlihat pada ponsel lipat.

Pengurangan garis lipatan diperkirakan menjadi salah satu keunggulan teknologi utama perangkat tersebut. Apple disebut berusaha membuat permukaan layar terlihat lebih rata ketika dibuka penuh.

Jika bocoran ukuran 7,8 inci benar, layar tersebut akan menyediakan ruang jauh lebih luas untuk membuka halaman web, menonton video, mengedit foto, membuka dokumen, bermain game, dan menggunakan beberapa aplikasi secara bersamaan.

iOS 27 juga diperkirakan mempunyai penyesuaian khusus untuk perangkat lipat. Tata letak aplikasi dapat berubah mengikuti posisi layar, baik ketika perangkat digunakan dalam keadaan tertutup, terbuka penuh, maupun berada pada sudut tertentu.

Ini menjadi bagian penting karena perangkat lipat tidak hanya membutuhkan panel fleksibel. Sistem operasi dan aplikasi juga perlu menggunakan luas layar secara efisien agar ukuran tambahan benar benar terasa berguna.

Chip A20 Diperkirakan Menjadi Mesin Utama

iPhone Ultra juga dikaitkan dengan generasi chip A20 yang dibuat menggunakan proses produksi lebih kecil. Sementara iPhone 18 Pro dan Pro Max banyak dikaitkan dengan A20 Pro berbasis teknologi 2 nanometer.

Peralihan menuju proses 2 nanometer berpotensi meningkatkan efisiensi energi sekaligus menyediakan ruang bagi peningkatan performa. Lini Pro 2026 juga diperkirakan membawa modem generasi baru buatan Apple.

Untuk model lipat, sejumlah laporan berbeda menyebut A20 ataupun A20 Pro. Karena Apple belum menerbitkan spesifikasi, belum ada kepastian mengenai versi chip yang akhirnya dipakai.

RAM 12 GB juga beberapa kali muncul dalam laporan spesifikasi. Kapasitas sebesar itu masuk akal untuk perangkat premium yang mengandalkan multitasking dan Apple Intelligence, tetapi tetap perlu menunggu pengumuman resmi Apple sebelum angka tersebut dapat dipastikan.

Penggunaan chip terbaru juga penting untuk efisiensi baterai. Perangkat lipat membutuhkan layar besar, sementara ruang internal harus dibagi dengan engsel dan berbagai komponen mekanis.

Kamera Belakang Kabarnya Hanya Dua

Harga tinggi biasanya membuat konsumen mengharapkan sistem kamera terlengkap. Menariknya, iPhone Ultra justru dikabarkan hanya mempunyai dua kamera belakang 48 megapiksel.

Sejumlah laporan menyebut kamera telefoto kemungkinan tidak tersedia. Jika benar, susunan tersebut membuat iPhone Ultra mempunyai satu kekurangan dibanding iPhone 18 Pro Max yang diperkirakan tetap menawarkan kemampuan zoom optik melalui kamera telefoto.

Alasannya kemungkinan berkaitan dengan keterbatasan ruang. Desain perangkat harus tetap tipis saat dibuka, sementara modul kamera telefoto membutuhkan volume internal cukup besar.

Apple tampaknya harus memilih antara menambahkan seluruh kamera kelas Pro atau menjaga ketebalan perangkat agar tetap nyaman digunakan. Dua kamera belakang dapat menjadi kompromi untuk desain generasi pertama.

Kamera depan juga menjadi bagian yang menarik. Bocoran menyebut kamera tersedia pada layar luar dan layar dalam, sehingga panggilan video tetap dapat dilakukan dalam berbagai posisi perangkat.

Touch ID Bisa Kembali Menggantikan Face ID

Salah satu rumor paling mengejutkan adalah kemungkinan hilangnya Face ID pada iPhone Ultra. Apple disebut mempertimbangkan Touch ID pada tombol samping karena bodi perangkat terlalu tipis untuk menampung rangkaian TrueDepth seperti pada iPhone biasa.

Jika benar terjadi, hal tersebut menjadi perubahan besar. Seri iPhone kelas atas telah mengandalkan Face ID sejak iPhone X, sementara Touch ID pada lini flagship terakhir digunakan bertahun tahun sebelumnya.

Sensor sidik jari di tombol daya sebenarnya cukup umum pada perangkat lipat karena mudah digunakan baik ketika ponsel tertutup maupun terbuka.

Apple dapat memasukkan sensor tersebut ke tombol samping tanpa mengambil ruang pada layar. Desain serupa telah digunakan pada sejumlah iPad.

Meski demikian, keputusan ini belum dikonfirmasi. Apple masih dapat menggunakan pendekatan berbeda apabila teknologi final memungkinkan komponen biometrik lainnya dipasang tanpa membuat perangkat semakin tebal.

Engsel Menjadi Komponen yang Sangat Menentukan

Membuat iPhone lipat tidak cukup hanya mengganti layar OLED biasa dengan panel fleksibel. Engsel harus bertahan setelah dibuka dan ditutup dalam jumlah sangat besar selama bertahun tahun.

Laporan mengenai iPhone Ultra berulang kali menyebut penggunaan material berbasis Liquid Metal untuk beberapa bagian sistem engsel. Tujuannya adalah mendapatkan struktur kuat dengan ukuran yang tetap tipis.

Apple juga diperkirakan menggunakan titanium pada bagian rangka tertentu. Material yang ringan menjadi penting karena dua bagian bodi, dua panel, engsel, dan baterai dapat membuat bobot meningkat cepat.

Ketebalan menjadi tantangan lain. Ketika perangkat dibuka, masing masing sisi harus sangat tipis agar ketika dilipat ukurannya tidak terasa terlalu besar di saku.

Inilah salah satu alasan pengembangan iPhone lipat membutuhkan waktu panjang meskipun produsen Android sudah menjual perangkat serupa selama beberapa generasi.

Baterai Sekitar 4.883 mAh Mulai Banyak Disebut

Bocoran terbaru juga mengarah pada kapasitas baterai sekitar 4.883 mAh. Angka tersebut belum berasal dari Apple, tetapi mulai muncul secara konsisten dalam sejumlah laporan mengenai prototipe final.

Kapasitas baterai akan menjadi perhatian karena layar 7,8 inci membutuhkan energi cukup besar. Sistem harus mampu mempertahankan waktu penggunaan yang layak tanpa membuat perangkat terlalu berat.

Desain lipat memungkinkan Apple membagi sel baterai ke dua bagian bodi. Cara tersebut sudah umum digunakan pada ponsel lipat dan membantu memanfaatkan ruang yang tersedia di kedua sisi engsel.

Efisiensi chip A20, teknologi panel OLED, pengaturan refresh rate, dan optimasi iOS akan sangat menentukan berapa lama perangkat dapat digunakan dalam kondisi nyata.

Angka kapasitas saja tidak selalu memberikan gambaran lengkap. Apple selama ini juga mengandalkan integrasi perangkat keras dan sistem operasi untuk mengatur konsumsi daya.

Harga Tinggi Juga Dipengaruhi Biaya Memori

Kenaikan biaya komponen menjadi salah satu alasan seri iPhone 18 diprediksi mengalami peningkatan harga. Biaya memori dan penyimpanan menjadi perhatian besar bagi industri smartphone pada 2026.

Sejumlah analis memperkirakan harga lini terbaru Apple dapat naik sekitar 10 sampai 20 persen. Apple diperkirakan menyerap sebagian kenaikan biaya agar banderol perangkat tidak meningkat terlalu agresif.

Untuk iPhone lipat, persoalannya lebih kompleks karena komponen layar fleksibel, engsel, rangka, dan proses manufaktur berbeda dari iPhone konvensional.

Produksi awal yang terbatas juga dapat membuat biaya per unit lebih tinggi. Sebuah produk yang dibuat dalam volume lebih sedikit biasanya sulit mendapatkan efisiensi produksi sebesar model reguler yang terjual puluhan juta unit.

Hal tersebut membantu menjelaskan mengapa iPhone Ultra diperkirakan berada jauh di atas iPhone 18 Pro Max dalam struktur harga.

Varian 1 TB Bisa Mendekati Rp60 Juta

Harga sekitar Rp45 juta kemungkinan bukan batas tertinggi. Sejumlah perkiraan menempatkan konfigurasi paling tinggi pada angka yang dapat melewati US$3.000.

Bocoran regional yang muncul menjelang acara Apple juga mengarah pada harga sangat tinggi untuk kapasitas penyimpanan besar. Salah satu perkiraan menyebut varian 1 TB berpotensi mendekati Rp60 juta berdasarkan informasi harga yang sempat beredar.

Apabila struktur penyimpanannya mengikuti pola perangkat premium Apple, selisih kapasitas dapat menghasilkan tambahan harga yang cukup besar.

Penyimpanan besar juga lebih relevan pada perangkat seperti iPhone Ultra karena layar luas berpotensi membuat pengguna lebih sering melakukan pekerjaan kreatif, mengunduh video berkualitas tinggi, bermain game besar, dan menyimpan proyek multimedia.

Namun, pilihan 256 GB, 512 GB, ataupun 1 TB masih belum diumumkan secara resmi.

iPhone 18 Reguler Kabarnya Tidak Hadir Bersamaan

Peluncuran seri iPhone tahun ini juga diperkirakan berbeda dari pola sebelumnya. Apple disebut berencana membagi jadwal peluncuran mulai 2026.

iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan perangkat lipat diperkirakan hadir terlebih dahulu pada periode September 2026. Sementara iPhone 18 reguler dan beberapa model lain diperkirakan baru menyusul pada kuartal pertama 2027.

Strategi tersebut membuat acara September berpotensi lebih terfokus pada produk premium.

Apple sendiri baru memastikan acara 9 September, bukan daftar produk yang akan diumumkan. Karena itu, kepastian mengenai pembagian jadwal tetap menunggu presentasi perusahaan.

Bila laporan tersebut benar, perhatian dalam acara September kemungkinan besar akan terbagi antara iPhone 18 Pro dan perangkat lipat pertama Apple.

Menurut penulis, iPhone Ultra berpotensi menjadi produk yang lebih ditujukan untuk pembeli premium dan penggemar teknologi dibanding pengguna iPhone secara umum, terutama jika harga Indonesia akhirnya bergerak di atas Rp45 juta.

Penjualan iPhone Ultra Bisa Terbatas pada Periode Awal

Ketersediaan perangkat juga menjadi pertanyaan. Pengiriman awal iPhone lipat diperkirakan relatif terbatas karena jadwal produksi dan jumlah stok pertama yang tidak sebesar iPhone konvensional.

Beberapa laporan memperkirakan perangkat diumumkan pada September tetapi baru tersedia lebih luas pada Oktober atau beberapa waktu setelah model Pro mulai dijual.

Kondisi tersebut bukan sesuatu yang aneh untuk perangkat generasi pertama. Produksi layar fleksibel dengan kualitas ketat, engsel rumit, dan desain baru membuat tingkat keberhasilan manufaktur sangat menentukan jumlah unit yang dapat dikirim.

Permintaan awal juga diperkirakan datang dari konsumen kelas atas. Perangkat lipat Apple dapat memperoleh respons besar meskipun banderolnya tinggi karena menjadi kategori baru dalam lini iPhone.

Persediaan terbatas dan minat tinggi dapat membuat perangkat sulit diperoleh pada periode penjualan pertama, terutama apabila Apple hanya membuka pemasaran di negara tertentu.

Harga Indonesia Bisa Lebih Tinggi dari Rp45 Juta

Perkiraan US$2.099 sampai US$2.500 tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi harga resmi Indonesia hanya berdasarkan kurs. Struktur harga smartphone di Indonesia juga mempertimbangkan pajak, biaya distribusi, konfigurasi penyimpanan, kebijakan Apple, dan faktor komersial lainnya.

Selain itu, belum ada kepastian kapan perangkat lipat tersebut akan tersedia resmi di Indonesia apabila benar diumumkan pada 9 September.

Karena itu, angka Rp45 juta sebaiknya dilihat sebagai patokan awal berdasarkan bocoran internasional. Harga ritel Indonesia dapat berada di sekitar angka tersebut, sedikit lebih rendah, atau justru lebih tinggi.

Bila varian dasarnya benar benar dibanderol di atas US$2.000 dan konfigurasi tertinggi melewati US$3.000, iPhone Ultra berpotensi menjadi salah satu iPhone produksi massal dengan harga tertinggi yang pernah ditawarkan Apple.

Untuk saat ini, informasi yang sudah pasti baru satu hal, yakni Apple akan menggelar acara khusus pada 9 September 2026. Nama iPhone Ultra, harga mulai Rp45 jutaan, layar lipat 7,8 inci, dua kamera 48 megapiksel, Touch ID, chip A20, dan pilihan penyimpanan besar masih harus menunggu konfirmasi resmi saat perangkat tersebut benar benar diperkenalkan.